Sebelum Dijual Mobil Listrik China Ini Uji Coba di Jalan, Gimana Hasilnya?

Pojokstudy ~

Sabtu, 25 Mei 2024 – 13:22 WIB

VIVA – Belakangan ini Indonesia diserbu mobil China, tahun ini saja ada beberapa brand yang hadir salah satunya GAC Aion New Energy Automobile Co. Ltd yang masuk ke Tanah Air melalui Indomobil Group.

Baca Juga :

Pemerintah Targetkan 15 Juta Unit Kendaraan Listrik Terjual 7 Tahun Lagi

Hasil kolaborasi tersebut terlahir PT Indomobil Energi Baru sebagai produsen untuk lineup produk GAC Aion. Untuk tahap awal, jenama asal Tiongkok itu mengandalkan mobil listrik bernama GAC Aion Y Plus.
Mobil listrik pertamanya itu akan dijual ke konsumen mulai Juli 2024, namun sebelum dipasarkan mereka melakukan serangkain uji coba di kawasan Jabodetabek. Tidak ada informasi terkait jarak tempuh saat uji coba tersebut.
Baca Juga :

150 Unit Mobil Listrik Wuling Ramaikan 10th World Water Forum di Bali

Bahkan tidak ada penjelan dalam keterangan resminya dari hasil pengujian tersebut. CEO PT Indomobil Energi Baru, Andry Ciu hanya mengungkapkan, bahwa uji coba dilakukan hanya untuk memastikan produknya sesuai kebutuhan pasar.“Kami antusias membawa Aion Y Plus ke pasar Indonesia, uji jalan ini merupakan langkah penting untuk memastiskan bahwa produk kami dapat memenuhi kebutuhan, dan harapan konsumen di sini,” ujar Andry Ciu, dikutip, Sabtu 25 Mei 2024.
Baca Juga :

Hadir di Indonesia, Ini Spesifikasi Neta GT

Lebih lanjut Ciu menjelaskan, perusahaan mengadakan uji jalan ini guna membuktikan bahwa Aion Y Plus merupakan solusi kendaraan yang tepat bagi kebutuhan konsumen Indonesia.“Kami sangat senang dapat melakukan kegiatan ini, karena kini kami satu langkah lebih dekat menuju peluncuran Aion Y Plus di Indonesia,” tuturnya.Mobil listrik bergaya crossover itu memilii panjang 4.535 mili meter, lebar 1.870 mm, tinggi 1.650 mm, dan jarak poros roda depan ke belakang 2.750 mm. Artinya lebih besar dari Neta V-II, atau Wuling Cloud EV.Di Thailand ditawarkan dalam dalam dua varian mengandalkan baterai lithium ferro phosphate, atau LFP, untuk Aion Y Plus 490 Elite dibekali baterai berdaya 63,2 kWh dengan jarak tempuh yang dikliam 490 kilometer.Kemudian Aion Y Plus tipe 550 Ultra memiliki baterai 68,2 kWh yang bisa berjalan sejauh 550 km. Hasil pengujian daya tahan baterai itu berdasarkan data NEDC (New European Driving Cycle).Untuk varian tertinggi dari kondisi diam sampai 100 km per jam hanya butuh waktu 8,5 detik, dan kecepatan maksimalnya dibatasi 150 km per jam. Kira-kira berapa ya harga GAC Aion Y Plus saat dijual nanti?

Halaman Selanjutnya
Mobil listrik bergaya crossover itu memilii panjang 4.535 mili meter, lebar 1.870 mm, tinggi 1.650 mm, dan jarak poros roda depan ke belakang 2.750 mm. Artinya lebih besar dari Neta V-II, atau Wuling Cloud EV.