Biden Kecewa Irlandia, Spanyol, dan Norwegia Akui Negara Palestina secara Sepihak

Pojokstudy ~

Kamis, 23 Mei 2024 – 16:09 WIB

Washington – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden angkat bicara setelah Irlandia, Spanyol dan Norwegia mengakui negara Palestina.

Baca Juga :

Laporan Intelijen AS: Israel Hanya Tumbangkan 35 Persen Anggota Hamas Selama Perang

Biden meyakinkan bahwa negara Palestina harus dicapai melalui negosiasi, bukan pengakuan sepihak.
Reaksi Washington tampaknya menandakan kekecewaan AS terhadap tiga negara Eropa yang mengumumkan niat untuk melanjutkan pengakuan sepihak atas Negara Palestina.
Baca Juga :

Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Menggemparkan Amerika Serikat

VIVA Militer: Serangan udara militer Israel di Jalur Gaza, Palestina

Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, Jake Sullivan, mengatakan pada konferensi pers reguler bahwa setiap negara dapat membuat keputusannya sendiri mengenai pengakuan negara Palestina, tetapi Biden berpendapat negosiasi langsung oleh para pihak adalah pendekatan terbaik.
Baca Juga :

Delegasi World Water Forum Terpukau Keramahan Masyarakat Indonesia, Bakal Balik Lagi Buat Liburan

“Presiden Biden percaya bahwa solusi dua negara yang menjamin keamanan Israel dan juga masa depan martabat serta keamanan bagi rakyat Palestina adalah cara terbaik untuk mewujudkan keamanan dan stabilitas jangka panjang bagi semua orang di kawasan,” kata Sullivan, dikutip dari Middle East Monitor, Kamis, 23 Mei 2024.“Presiden Biden sama tegasnya dengan catatan bahwa solusi dua negara harus diwujudkan melalui negosiasi langsung melalui para pihak, bukan melalui pengakuan sepihak.”Saat Sullivan ditanya apakah Amerika khawatir negara-negara lain akan mengikuti ketiga negara UE dalam mengakui Negara Palestina, dia mengatakan bahwa AS akan mengomunikasikan posisinya yang konsisten kepada para mitranya.

Halaman Selanjutnya
“Presiden Biden sama tegasnya dengan catatan bahwa solusi dua negara harus diwujudkan melalui negosiasi langsung melalui para pihak, bukan melalui pengakuan sepihak.”