Tradisi Seba Baduy, 1.500 Masyarakat Baduy Menuju Pendopo Gubernur Banten

Pojokstudy ~

Minggu, 19 Mei 2024 – 10:25 WIB

Banten – Sebanyak 1.500 masyarakat Baduy Dalam dan Luar, menggelar tradisi Seba Baduy menuju pendopo Gubernur. Sebuah adat istiadat dan budaya yang mungkin sudah berjalan ratusan tahun. Karena sudah diwarisi oleh para leluhur Baduy.

Baca Juga :

Fakta-fakta Unik Tentang Uzbekistan, Negara Double Landlocked yang Jauh Dari Laut!

Bagi Baduy Luar, mereka menaiki kendaraan bermotor untuk sampai ke Pendopo Kabupaten Lebak. Sedangkan Baduy Dalam, berjalan kaki menyusuri lembah hingga sungai, dengan membawa hasil bumi.

Pj Gubernur Banten Menerima Raksa, Makanan Khas Suku Baduy.

Photo :

VIVA.co.id/Yandi Deslatama (Serang)

Baca Juga :

Mengenal Tradisi Hantaran di Indonesia, Simbol Rasa Syukur dan Kasih Sayang

Usai diterima dan menginap semalam di Pendopo Bupati Lebak, mereka melanjutkan perjalanan Seba Baduy ke Pendopo Lama Gubernur Banten, untuk bertemu Abah Gede atau Pj Gubernur Banten, Al Muktabar.Ada pesan mendalam yang disampaikan dari sesepuh di masyarakat Baduy, seperti menjaga alam dan melestarikan budaya, agar hidup menjadi makmur dan tentram.
Baca Juga :

Terungkap! Penemuan Rumah Leluhur Umat Manusia Menggemparkan Dunia

“Jadi kami dari beberapa desa sebenarnya, kami menyampaikan paneuteupan jeung palastarian (penghormatan dan melestarikan),” ujar Saidi Putra, Jaro Tanggungan 12, di lokasi Seba Baduy, Sabtu, (18/05/2024).Dari 1.500 masyarakat Baduy yang melaksanakan Seba, 10 di antaranya merupakan tetua adat warga Kanekes.Seba Baduy merupakan adat istiadat dan budaya yang sudah diwariskan turun temurun oleh para leluhur mereka. Seba Baduy rutin mereka lakukan setiap tahun, usai menggelar Puasa Kawalu.Setiap Seba Baduy, mereka akan membawa hasil bumi untuk diberikan ke Abah Gede, sebagai simbol silaturahmi. Kemudian, ada juga Raksa, makanan yang diolah khusus dengan berbagai ritual.”Titipian dari leluhur kami itu melaksanakan Seba tahunan. Kami itu membawa masyarakat 1.500-an, kami mungkin Seba malam ini, kami minta doanya, supaya masyarakat kami aman tentram, subur makmur, gemah Ripah loh jinawi. Melaksanakan Seba itu bukan hanya sebagai pertama atau terakhir, tapi ada kelanjutannya,” ujar Jaro Saija, dilokasi yang sama, Sabtu, (18/05/2024).Abah Gede, sebutan bagi Pj Gubernur Banten, Al Muktabar, menerima semua pesan dan hasil bumi yang dibawa para Suku Baduy. Kedatangan para pertapa dari Kanekes yang menggelar Seba Baduy itu disambut juga oleh Kapolda Banten, Danramil 0601/Maulana Yusuf hingga Komandan Grup-1 Kopassus.Pria yang sudah tiga kali menjabat sebagai Pj Gubernur Banten itu, mendoakan agar warga Baduy gemah ripah loh jinawi.”Pj Gubernur Banten atau bapak gede, mewakili seluruh jajaran Provinsi Banten dan Forkopimda, menerima di masyarakat adat Suku Baduy. Semoga para puun, kolot, jaro dan semua warga Baduy, baik yang turut melakukan Seba atau menunggu di kampung adat Baduy, diberikan kesehatan, gemah ripah loh jinawi,” ujar Al Muktabar, Pj Gubernur Banten, Sabtu, (18/05/2024).

Halaman Selanjutnya
Seba Baduy merupakan adat istiadat dan budaya yang sudah diwariskan turun temurun oleh para leluhur mereka. Seba Baduy rutin mereka lakukan setiap tahun, usai menggelar Puasa Kawalu.