Keuangan Fredy Pratama Menipis, Istrinya Kena Kasus Pencucian Uang di Thailand

Pojokstudy ~

Selasa, 7 Mei 2024 – 13:26 WIB

Jakarta – Keuangan gembong narkoba jaringan internasional Fredy Pratama disebut mulai menipis. Hal itu membuat Fredy memilih membuat laboratorium di Jakarta. 

Baca Juga :

Jirayut Ungkap Alasan Kariernya yang Mandek di Negara Asalnya

“Kenapa Fredy Pratama gencar sekarang mengirim barang dan membuat clandestine lab di Jakarta karena dana keuangannya sudah menipis,” ucap Direktur Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal Polri, Brigadir Jenderal Polisi Mukti Juharsa, Selasa, 7 Mei 2024.
Pihaknya berkoordinasi dengan kepolisian Thailand mengusut kasus Tindak Pidana Pencucian Uang atau TPPU dari hasil peredaran narkoba yang dilakukan istri Fredy. Istrinya diketahui seorang warga negara Thailand yang merupakan anak kartel narkoba di sana. 
Baca Juga :

Eko Darmanto Segera Diadili di PN Surabaya, Bakal Didakwa Gratifikasi-TPPU Rp 37,7 Miliar

Dir Narkoba Bareskrim Brigjen Mukti Juharsa merilis kasus narkoba di Semarang

“Akan dimiskinkannya istri Fredy Pratama di Thailand. Kami sedang berkoordinasi terus, agar TPPU berdasarkan laporan polisi kami bisa diungkap oleh Thailand,” kata Mukti
Baca Juga :

KPK Tetapkan 2 Tersangka Baru Kasus Korupsi yang Menjerat Gubernur Malut

Dari kesepakatan dengan kepolisian Thailand, kasus TPPU istri Fredy nantinya bakal diusut mereka. Polri sendiri masih berusaha supaya Fredy bisa diproses hukum di Indonesia kalau berhasil ditangkap.”Dari pihak Kepolisian Thailand meminta hanya mereka yang ungkap untuk TPPU (istri Fredy Pratama),” katanya.Sebelumnya diberitakan, Direktur Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal Polri, Brigadir Jenderal Polisi Mukti Juharsa mengungkap dalam memburu gembong narkoba Fredy Pratama, Polri bekerjasama kepolisian dari Thailand, Malaysia, dan Australia.“Perlu saya sampaikan kami pada 2 minggu lalu, melakukan pertemuan di Malaysia dengan 4 kepolisian. Yaitu Australia, Thailand, Malaysia dan Indonesia,” ujar dia, Senin, 6 Mei 2024.

Halaman Selanjutnya
Sebelumnya diberitakan, Direktur Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal Polri, Brigadir Jenderal Polisi Mukti Juharsa mengungkap dalam memburu gembong narkoba Fredy Pratama, Polri bekerjasama kepolisian dari Thailand, Malaysia, dan Australia.