Hipmi Sebut Capaian Ekonomi Kuartal I Jadi Modal Baik Hadapi Tantangan Global

Pojokstudy ~

Selasa, 7 Mei 2024 – 22:42 WIB

Jakarta – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) mengapresiasi pertumbuhan ekonomi kuartal I-2024 yang mencapai 5,11 persen. Ketua Umum Hipmi Akbar Himawan Buchari menilai, hasil baik ini akan berlanjut hingga akhir tahun.

Baca Juga :

Wapres Ma’ruf Amin Berharap Kabinet Prabowo-Gibran Diisi Kalangan Profesional

Akbar mengaku, di akhir 2023 lalu sudah memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tembus 5 persen. Mengingat, ada pesta demokrasi lima tahunan, ditambah kegiatan Ramadan dan Lebaran.
“Benar saja, kontestasi Pemilu bisa mendongkrak perekonomian nasional,” ujar Akbar dikutip dalam keterangannya, Selasa, 7 Mei 2024.
Baca Juga :

Ekonomi RI Kuartal I Tumbuh 5,11 Persen, Aprindo: Cukup Kondusif bagi Peritel 

Ia melanjutkan, pertumbuhan ekonomi 5,11 persen di kuartal I 2024 menjadi modal yang baik untuk menghadapi tantangan global. Karena sampai saat ini, kondisi geopolitik, khususnya di Timur Tengah belum juga reda.Akbar juga menilai, salah satu kunci untuk menggapai pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen adalah kestabilan politik. Dengan hal tersebut, sejatinya ekonomi nasional akan tetap tumbuh positif.
Baca Juga :

Didatangi Warga Diminta Maju Lagi di Pilgub DKI, Anies Jawab "Izinkan Berpikir Sejenak"

“Terima kasih kepada para elite politik karena telah memberi teladan yang baik pasca Pilpres. Hal itu sedikit banyak bisa membuat investor tetap pede menanamkan modalnya di Indonesia,” imbuh Akbar.

Ilustrasi Pertumbuhan Ekonomi

Selain itu, ada hal menarik yang membuat dunia usaha happy. Akbar merasa proses peralihan kekuasaan dari Joko Widodo ke Prabowo Subianto akan berjalan mulus. Saat ini, Jokowi dan Prabowo semakin memamerkan kemesraan. Hal ini menjadi pertanda yang baik untuk membuat perekonomian nasional berlari kencang.”Yang terpenting bagi kami adalah kepastian hukum. Pak Prabowo diyakini akan melanjutkan program yang telah dilakukan Pak Jokowi,” kata Akbar.Selain itu, agenda politik di Indonesia masih akan berlanjut hingga akhir tahun. Pilkada Serentak tahun 2024 akan diikuti  37 provinsi, dan 508 kabupaten/kota.”Lagi-lagi, intinya adalah kedewasaan politik. Pilkada tak bedanya dengan Pemilu. Pasti konsumsi masyarakat akan tinggi, dan menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.

Halaman Selanjutnya
Selain itu, ada hal menarik yang membuat dunia usaha happy. Akbar merasa proses peralihan kekuasaan dari Joko Widodo ke Prabowo Subianto akan berjalan mulus. Saat ini, Jokowi dan Prabowo semakin memamerkan kemesraan. Hal ini menjadi pertanda yang baik untuk membuat perekonomian nasional berlari kencang.