Ringankan APBN, Indonesia Re Godok Skema Pembiayaan Rekonstruksi Akibat Bencana

Pojokstudy ~

Senin, 6 Mei 2024 – 16:31 WIB

Jakarta – Perusahaan BUMN PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) alias Indonesia Re, tengah menggodok skema strategis sebagai alternatif pembiayaan rekonstruksi akibat bencana, yang dapat mengurangi beban APBN yang terbatas.

Baca Juga :

Dukungan BUMN Bikin Olahraga Indonesia Semakin Moncer

Direktur Teknik Operasi Indonesia Re, Delil Khairat mengatakan, Indonesia memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi, sehingga strategi pembiayaan risiko bencana yang memadai dan berkelanjutan menjadi prioritas utama.
“Kerugian ekonomi akibat bencana alam yang terjadi di Indonesia apabila dihitung nilai rata-rata sebesar Rp 22,9 triliun setiap tahunnya,” kata Delil dalam keterangannya, Senin, 6 Mei 2024.
Baca Juga :

Hacker Mudah Bobol Password Perusahaan di Indonesia

Karenanya, Dia menilai diperlukan upaya untuk optimalisasi Risk Transfer melalui Asuransi & Reasuransi, sehingga Indonesia Re menggelar kegiatan Sharing Session Skema Bisnis Industri Perasuransian untuk penyusunan rencana optimalisasi dan diversifikasi risiko bencana nasional.

Rapat Paripurna Terkait APBN 2020 (foto ilustrasi)

Baca Juga :

Naik 18,25 Persen, Avrist Assurance Raup Laba Bersih Rp 145 Miliar pada 2023

Antara lain melalui Program Asuransi dan Reasuransi Wajib Nasional, untuk meringankan dan memulihkan kerugian yang berpotensi berdampak secara finansial bagi masyarakat luas terutama ketika terjadi kejadian bencana.Sebagai perusahaan reasuransi BUMN, Delil memastikan bahwa Indonesia Re mendukung penuh kebijakan-kebijakan pemerintah. Salah satunya yakni dengan memandang perlu disusunnya skema produk asuransi wajib di Indonesia, yang merupakan amanat dari Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UUP2SK) yang telah dicanangkan Pemerintah.”Untuk itu Indonesia Re secara aktif melakukan diskusi terkait skema transfer risiko yang bertujuan melindungi masyarakat Indonesia pada umumnya, serta menindaklanjuti koordinasi dengan Kementerian Keuangan terkait kebutuhan untuk meningkatkan pemahaman skema dan penempatan bisnis di industri perasuransian,” ujar.

Ilustrasi penanganan bencana

Hal itu ditegaskan Delil sebagai bagian dari upaya untuk mendukung penyusunan rencana optimalisasi, dan diversifikasi risiko bencana nasional. Menurutnya, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk dukungan penuh Indonesia Re terhadap seluruh kebijakan-kebijakan pemerintah.”Sebagai perusahaan reasuransi, Indonesia Re juga berperan untuk menjaga stabilitas industri asuransi, jasa keuangan, dan perekonomian nasional, dengan memberikan dukungan berupa back up kapasitas untuk perusahaan asuransi dalam mengurangi dampak risiko kerugian yang dialami oleh masyarakat yang terjadi akibat bencana alam,” ujar Delil.”Strategi ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pembiayaan yang tidak terduga, tepat waktu dan sasaran, berkelanjutan, serta dikelola dengan transparan untuk memastikan stabilitas keuangan negara,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
“Untuk itu Indonesia Re secara aktif melakukan diskusi terkait skema transfer risiko yang bertujuan melindungi masyarakat Indonesia pada umumnya, serta menindaklanjuti koordinasi dengan Kementerian Keuangan terkait kebutuhan untuk meningkatkan pemahaman skema dan penempatan bisnis di industri perasuransian,” ujar.