Target Rampung 2025, Pupuk Kaltim Mulai Revamping Pupuk Tertuanya

Pojokstudy ~

Sabtu, 4 Mei 2024 – 00:23 WIB

Bontang – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menegaskan komitmen dan inisiatif dalam memimpin transformasi hijau industri pupuk dan petrokimia Indonesia. Hal itu diwujudkan dengan memulai proses pembaruan (revamping) pabrik tertuanya dengan melaksanakan pemasangan tiang pancang perdana (first piling) di Bontang, Kalimantan Timur, pada 3 Mei 2024.

Baca Juga :

Target Nilai Proyek Dinaikkan 2024, Mitrarumah Perkuat Pemasaran Produk di Jabodetabek

Direktur Utama Pupuk Kaltim Budi Wahju Soesilo menjabarkan, pabrik tertua Pupuk Kaltim yang telah beroperasi sejak tahun 1984 ini akan diperbarui. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan efisiensi energi dalam operasional pabrik, menciptakan produk yang lebih kompetitif, serta berkontribusi pada program dekarbonisasi pemerintah.
“Proses First Piling dan Safety Commitment Ceremony ini adalah momen yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan proyek. Sebagaimana tiang pancang dalam first piling ini akan menopang struktur atau peralatan yang berada di atasnya, komitmen kami terhadap keselamatan juga harus menjadi landasan bagi upaya kita bersama,” ujar Budi dikutip dari keterangannya, Sabtu, 4 Mei 2024.
Baca Juga :

Senang Kendaraan Listrik Makin Menjamur, Jokowi Sebut Pabrik Baterai Beroperasi Bulan Depan

PT Pupuk Kaltim

Photo :

Dokumentasi PT Pupuk Indonesia (Persero)

Dia menjabarkan, proyek ini ditargetkan selesai pada akhir 2025 ini. Pupuk Kaltim menggandeng  PT Tripatra Engineers & Constructors selaku kontraktor Engineering, Procurement and Construction (EPC). Proses revamping dimulai dengan penandatanganan kontrak pada 1 November 2023 silam, lalu dilanjutkan dengan first pilling dan penandatanganan komitmen keselamatan (Safety Commitment Ceremony).
Baca Juga :

Kocak, Wali Kota Samarinda Roasting 9 Kepala Daerah di Kaltim

“Bagi Pupuk Kaltim, keselamatan bukan sekadar persyaratan, namun merupakan nilai fundamental yang kami junjung tinggi. Ini adalah landasan operasi yang memandu setiap keputusan dan tindakan yang akan kami ambil. Baik sebagai owner, kontraktor, subkontraktor ataupun pekerja di lapangan, semua memiliki tanggung jawab bersama untuk memprioritaskan keselamatan di atas segalanya,” tegasnya.Lebih lanjut menurutnya, sebagai salah satu bentuk aktivitas revamping, Pupuk Kaltim juga akan melakukan penambahan alat dan pembaruan atau modifikasi untuk alat yang sudah ada. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk amonia dan urea eksisting Pupuk Kaltim sehingga tidak hanya dapat melahirkan produk berkualitas untuk mendukung ketahanan pangan nasional, tetapi juga mampu bersaing di pasar global.Jika sudah beroperasi penuh setelah revamping, Pabrik 2 ini diperkirakan bisa meningkatkan efisiensi produksi dan mengurangi konsumsi gas yang berdampak pada penurunan emisi CO2. Nantinya Pabrik 2 juga dapat menurunkan konsumsi energi sebesar 4 MMBtu/ton amonia, sehingga turut menekan emisi CO2 setara dengan penurunan emisi sebesar 110.000 ton CO2 per tahun.

Revamping Pabrik tertua Pupuk Kaltim.

Photo :

Dokumentasi Pupuk Kaltim.

Selain revamping Pabrik 2 ini, Pupuk Kaltim terus gencar menggagas berbagai inisiatif untuk mendukung pencapaian target dekarbonisasi melalui beberapa program. Mulai dari pembangunan pabrik soda ash, community forest (program penanaman pohon dengan melibatkan masyarakat dan pemerintah), hingga pemanfaatan sumber-sumber energi terbarukan, salah satunya dengan penjajakan teknologi clean ammonia. “Kiranya first piling dan safety commitment ceremony ini menandai bukan hanya awal dari upaya konstruksi proyek revamping ini, namun juga awal dari komitmen teguh kita terhadap aspek keselamatan dan keberlanjutan,” ungkapnya.“Kami memohon doa dan dukungan agar seluruh proses pembangunan berjalan lancar dan selamat, sehingga kedepannya, Pupuk Kaltim bisa terus berinovasi dan melahirkan produk berkualitas dan berkelanjutan, seturut dengan peran kami sebagai pelopor transformasi hijau industri di Indonesia,” tutupnya.

Halaman Selanjutnya
Jika sudah beroperasi penuh setelah revamping, Pabrik 2 ini diperkirakan bisa meningkatkan efisiensi produksi dan mengurangi konsumsi gas yang berdampak pada penurunan emisi CO2. Nantinya Pabrik 2 juga dapat menurunkan konsumsi energi sebesar 4 MMBtu/ton amonia, sehingga turut menekan emisi CO2 setara dengan penurunan emisi sebesar 110.000 ton CO2 per tahun.