Serang Polsek dan Tembak Mati Alex, OPM Lumpuh Digempur Pasukan Operasi TNI

Pojokstudy ~

Jumat, 3 Mei 2024 – 14:09 WIB

VIVA – Akhirnya prajurit-prajurit TNI berhasil melumpuhkan kekuatan Kelompok Separatis Teroris (KST) OPM yang selama tiga hari menguasai wilayah Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah.

Baca Juga :

Jiper Dibobol Iran, Israel Bangun Iron Dome Versi Online

Berdasarkan siaran resmi Penerangan Komando Wilayah Gabungan Pertahanan (Kogabwilhan) III yang diterima VIVA Militer, prajurit TNI melumpuhkan OPM dalam operasi penindakan cepat yang melibatkan Komando Operasi (Koops) TNI dan Satgas Nanggala.
Operasi penindakan dilancarkan pada Jumat 3 Mei 2024, prajurit TNI Angkatan Darat bergerak menusuk ke Distrik Homeyo melalui beberapa jalur termasuk melalui udara dengan helikopter.
Baca Juga :

Rotasi Besar Terjadi, Seorang Jenderal dan 6 Kolonel Pejabat Utama Kodam Diponegoro TNI Diganti

OPM yang telah sejak 30 April 2024 menyerang dan menguasai Distrik Homeyo dibuat tak berdaya dan babak belur kabur dari distrik tersebut.

VIVA Militer: Prajurit TNI bergerak operasi penindakan OPM di Distrik Homeyo

Baca Juga :

12 Hari Usai Lepas Jabatan Komandan Gagak Hitam TNI, Letkol Joko Naik Jadi Dandim Bumi Blambangan

TNI melaksanakan operasi penindakan karena tindakan dan teror yang dilancarkan OPM di Distrik Homeyo sudah di luar batas kemanusiaan. Selam tiga hari menyerang Homeyo, OPM telah menembak mati seorang remaja bernama Alexander Parapak.Situasi Intan Jaya dibuat membara, karena enggak cuma menembak mati Alex, OPM juga menyerang kantor Polsek Homeyo, membakar bangunan SD Inpres Pogapa, serta berupa menyerang Markas Komando Rayon Militer 1705-05/Homeyo.Banyak warga yang memutuskan untuk menyelamatkan diri dan keluarganya dengan cara mengungsi dari Distrik Homeyo. Selama tiga hari, distrik itu benar-benar dibuat lumpuh dan mencekam oleh OPM.”Operasi Penindakan tegas terhadap OPM di wilayah Distrik Homeyo merupakan upaya menciptakan keamanan wilayah yang akan mendukung semua proses percepatan pembangunan Papua,” kata Panglima Kogabwilhan II, Letnan Jenderal TNI Richard T.H. Tampubolon.Baca: Rotasi Besar Terjadi, Seorang Jenderal dan 6 Kolonel Pejabat Utama Kodam Diponegoro TNI Diganti

Halaman Selanjutnya
Banyak warga yang memutuskan untuk menyelamatkan diri dan keluarganya dengan cara mengungsi dari Distrik Homeyo. Selama tiga hari, distrik itu benar-benar dibuat lumpuh dan mencekam oleh OPM.