Alumninya Jerome Polin, Anak Muda Dikasih Kesempatan Buat Ikut Simulasi Sidang PBB

Pojokstudy ~

Kamis, 2 Mei 2024 – 23:35 WIB

VIVA Lifestyle – Anak muda dari seluruh dunia diberi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan soft skill mereka. Caranya, melalui serangkaian acara Konferensi International Model United Nations (MUN), yang digelar sepanjang tahun 2024, oleh International Global Network (IGN).

Baca Juga :

Mentari Assessment Gandeng OxfordAQA Dorong Kemajuan Pendidikan Indonesia

Lewat konferensi-konferensi ini, mereka akan mendapatkan paparan global terkini, dan menjalin hubungan dengan peserta dari seluruh dunia, yang ditujukan untuk mempersiapkan bekal menghadapi masa depan yang penuh tantangan. Scroll untuk tahu info lengkapnya, yuk!
Terlebih, saat ini dunia industri dan pendidikan memiliki jarak yang cukup lebar untuk bisa berjalan selaras, yang mana hal ini terhubung dengan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka.
Baca Juga :

Peringati Hardiknas, Pemkot Depok Lakukan Inovasi Smart Culture di SMP

Kalender MUN IGN 2024 menyajikan empat konferensi antara lain: 1. Asia World Model United Nations VIII (Bali, Indonesia; 12-15 Juli 2024)2. Asia Youth International Model United Nations 14th (Kuala Lumpur, Malaysia; 2-5 Agustus 2024)3. Asia World Model United Nations IX (Seoul, Korea Selatan; 10-13 Oktober 2024)4. Asia Youth International Model United Nations 15th (Bangkok, Thailand; 1-4 November 2024).
Baca Juga :

Google Masuk Sekolah, Perkenalkan Tren AI ke Pelajar Lewat GSIS

President International Global Network (IGN), Muhammad Fahrizal, menjelaskan, konferensi internasional simulasi sidang PBB ini membuka gerbang pengetahuan secara global bagi para pemuda dari seluruh penjuru dunia untuk menyelami pengalaman belajar yang tak terlupakan. “Di sini, para peserta akan memulai perjalanan transformatif, mengasah keterampilan yang esensial seperti riset, berbicara di depan umum, negosiasi, berpikir kritis, dan kerja sama tim. Nilai-nilai ini selaras dengan fokus Kurikulum Merdeka pada pengembangan soft skills dan karakter,” ujar Muhammad Fahrizal saat konferensi pers di Jakarta, baru-baru ini. Lebih dari sekadar debat, Fahrizal mengatakan, MUN menerapkan pembelajaran praktis yang selaras dengan filosofi Kurikulum Merdeka, menekankan pada pendekatan berpusat pada peserta dan mendorong pembelajaran mandiri. “Para peserta akan terlibat aktif dalam berbagai simulasi dan kegiatan yang dirancang untuk membantu mereka mengembangkan potensi diri secara maksimal. Keikutsertaan dalam conference simulasi sidang PBB membekali para peserta dengan keterampilan dan pengalaman yang sangat dicari oleh sekolah atau universitas untuk melanjutkan jenjang pendidikan atau berkarier di perusahaan atau organisasi ternama di seluruh dunia,” jelasnya. Alumni-alumni MUN IGN sendiri merupakan tokoh-tokoh berpengaruh, antara lain Jerome Polin dan Gita Savitri Devi, yang pernah menjadi peserta dalam konferensi MUN yang diadakan oleh IGN.”IGN mengundang anak muda dengan semangat belajar tinggi dari seluruh dunia untuk mendaftar konferensi MUN ini. Mari bersama-sama memperjuangkan dan memberi perhatian akan isu-isu global yang penting, mengembangkan keterampilan berharga dan menjalin hubungan dengan komunitas internasional,” tutup Fahrizal.

Halaman Selanjutnya
“Di sini, para peserta akan memulai perjalanan transformatif, mengasah keterampilan yang esensial seperti riset, berbicara di depan umum, negosiasi, berpikir kritis, dan kerja sama tim. Nilai-nilai ini selaras dengan fokus Kurikulum Merdeka pada pengembangan soft skills dan karakter,” ujar Muhammad Fahrizal saat konferensi pers di Jakarta, baru-baru ini.