Banyak Berkutat di Zona Degradasi, Arema FC Bersyukur Lolos dari Lubang Jarum

Pojokstudy ~

Kamis, 2 Mei 2024 – 02:06 WIB

Malang – Musim kompetisi Liga 1 2023-2024 Arema FC akrab dengan posisi zona degradasi. Nyaris sepanjang musim Arema FC berkutat di zona merah. Namun, di akhir musim mereka memastikan diri bertahan di Liga 1.

Baca Juga :

Jadi Apparel 4 Klub Liga 1, Jenama Lokal Ini Ingin Gebrak Internasional

Kepastian itu didapat usai Arema FC bermain imbang 0-0 melawan Madura United. Duel itu digelar di Stadion Gelora Bangkalan, Madura pada Selasa, 30 April 2024.
Dengan tambahan satu poin, Arema FC finis di posisi 15 klasemen akhir Liga 1 dengan koleksi 38 poin. Mereka hanya selisih 3 poin dari RANS Nusantara yang berada di
Baca Juga :

Klub Elkan Baggott Selangkah Lagi Promosi ke Premier League

Duel Madura United vs Arema FC

posisi 16 dengan raihan 35 poin.
Baca Juga :

Arema FC Selamat dari Degradasi, Begini Kata Widodo Cahyono Putro

Manajer tim Arema FC, Wiebie Dwi Andriyas memuji kerja keras para pemain, official dan seluruh elemen tim yang telah berjuang hingga akhir kompetisi. Sebagai perwakilan manajemen dia mengucap syukur atas hasil ini.”Tentu saja tidak ada kata lain selain mengucapkan rasa syukur Alhamdulillah, karena kami masih bertahan di Liga 1. Tentunya hasil ini juga berkat kerja keras dari semuanya serta suporter yang terus memberikan dukungan untuk Arema FC,” kata Wiebie, Rabu, 1 Mei 2024.Wiebie mengatakan, sepanjang musim banyak momen dramatis yang dilalui oleh Singo Edan. Klimaksnya mereka harus berjuang tidak boleh kalah di 3 pertandingan akhir demi menghindar dari ancaman turun kasta ke Liga 2.”Kami rasa momen dramatis tidak hanya hari ini, karena kami terus berjuang dan berjuang. Meskipun memang kita harus menghadapi pertandingan terakhir untuk bisa memastikan lolos dari zona degradasi,” ujar Wiebie.Wiebie mengakui musim ini akan menjadi pelajaran berharga bagi Arema FC untuk mempersiapkan tim di musim depan. Mereka akan mempersiapkan tim dengan serius untuk kompetisi musim depan agar tidak terseok-seok di papan bawah.”Tentu saja ini menjadi pelajaran berharga, agar kedepan kami bisa lebih baik lagi,” tutur Wiebie.

Halaman Selanjutnya
Wiebie mengatakan, sepanjang musim banyak momen dramatis yang dilalui oleh Singo Edan. Klimaksnya mereka harus berjuang tidak boleh kalah di 3 pertandingan akhir demi menghindar dari ancaman turun kasta ke Liga 2.