Pembakar Al Quran Salwan Momika Dikabarkan Tewas Secara Tiba-Tiba di Norwegia, Spekulasi Berdatangan

Pojokstudy ~

Rabu, 3 April 2024 – 02:30 WIB

Norwegia – Salwan Momika, mantan pemimpin milisi Irak yang menjadi pengkritik keras Islam, dilaporkan ditemukan tewas secara tiba-tiba di Norwegia pada hari Selasa waktu setempat. 

Baca Juga :

Di Bulan Ramadhan, Pembakar Al Quran Salwan Momika Dikabarkan Tewas Secara Tiba-tiba

Momika, yang menjadi terkenal secara global karena memperjuangkan “kebebasan berpendapat” dengan membakar kitab suci umat Islam Al-Quran di depan umum, baru-baru ini pindah ke Norwegia dari Swedia. 
Momika menggambarkan dirinya sebagai “seorang kritikus dan pemikir ateis liberal”. Sebelum menyatakan diri sebagai Atheist, ia memeluk agama Kristen.
Baca Juga :

Pembakar Al-Quran Salwan Momika ‘Diusir’ dari Swedia, Kini Pindah ke Norwegia

Aksi pria Imigran Irak bernama Salwan Momika membakar Al Quran di Swedia

Saat Idul Adha, Juni 2023, Salwan Momika mengejutkan dunia dengan menginjak-injak salinan Al-Quran, lalu membakarnya di depan masjid terbesar di Stockholm. 
Baca Juga :

Tegang! 2 Pesawat Pengebom B-1B AS Berhadapan dengan Jet Tempur MiG Rusia di Laut Barents

Radio Genoa melaporkan bahwa pria berusia 37 tahun itu ditemukan tewas, dan menginformasikan beberapa saat kemudian bahwa konfirmasi lebih lanjut masih menunggu. “Mayat pengungsi Irak dan kritikus Islam Salwan Sabah Matti Momika telah ditemukan di Norwegia. Momika dikenal karena mengorganisir demonstrasi di Swedia di mana dia membakar Alquran di depan umum beberapa kali,” tulis Radio Genoa di X (sebelumnya Twitter) melansir India Today, Rabu, 3 April 2024.”Mereka yang mengumumkan kematian Momika dengan lebih dari 1 juta tayangan menghapus tweet tersebut. Kami menunggu konfirmasi lebih lanjut,” lanjut mereka.Spekulasi pun beredar di media sosial, khususnya X dan Instagram. Pada kolom reply tweet tersebut, banyak yang beranggapan bahwa Momika tiba-tiba jatuh sakit. Tak sedikit pula yang berkata bahwa ia dibunuh dan beberapa percaya bahwa kematiannya terjadi secara ‘natural’.Namanya mulai redup, Salwan Momika kembali menjadi berita setelah dia menyatakan bahwa ia pindah ke Norwegia dari Swedia. Dia diberikan izin tinggal Swedia pada tahun 2021.Momika pindah dari Irak pada tahun 2018, mencari suaka. Meskipun ia seorang pemeluk Kristen yang berubah menjadi ateis, Momika berperilaku seperti seorang Mantan Muslim yang ekstrim. “Hari ini saya meninggalkan Swedia dan sekarang berada di Norwegia di bawah perlindungan pihak berwenang Norwegia,” tulis Salwan Momika pada 27 Maret lalu di akun X nya. “Saya mengajukan permohonan suaka dan perlindungan internasional ke Norwegia karena Swedia tidak menerima suaka bagi para filsuf dan pemikir, namun hanya menerima suaka bagi teroris. Kecintaan dan rasa hormat saya terhadap rakyat Swedia akan tetap sama, namun penganiayaan yang saya alami oleh rezim Norwegia Pihak berwenang Swedia tidak mewakili Swedia,” tambahnya dalam postingan tersebut. Swedia menghadapi kemarahan negara-negara Islam karena menjadi negara tempat Salwan Momika, bernaung. Dia menyebut Al-Quran, kitab suci umat Islam, sebagai “kitab paling berbahaya di dunia”. “Saya akan melanjutkan perjuangan saya melawan ideologi Islam. Sejak saya memulai perjuangan melawan Islam, saya telah membayar dan terus membayar harganya, dan saya siap untuk itu, berapapun biayanya,” kata Salwan Momika dalam update tanggal 27 Maret, menekankan tekadnya. 

Pembakar Al Quran Salwan Momika

Karena kecaman, Badan Migrasi Swedia memutuskan untuk mencabut izin tinggal Momika setelah mengetahui bahwa pencari suaka asal Irak tersebut memberikan informasi palsu dalam permohonan suakanya.Salwan Momika juga memprovokasi pendukung Palestina di tengah perang Israel-Hamas dengan memposting gambar pembakaran bendera Palestina.

Halaman Selanjutnya
Spekulasi pun beredar di media sosial, khususnya X dan Instagram. Pada kolom reply tweet tersebut, banyak yang beranggapan bahwa Momika tiba-tiba jatuh sakit. Tak sedikit pula yang berkata bahwa ia dibunuh dan beberapa percaya bahwa kematiannya terjadi secara ‘natural’.