Panglima Bantah Isu Ada Prajurit TNI Dibayar untuk Perang di Ukraina

Pojokstudy ~

Kamis, 21 Maret 2024 – 17:04 WIB

Jakarta – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto membantah kabar bahwa ada prajuritnya yang dibayar untuk berperang di Ukraina. Dia mengaku sudah mengecek langsung informasi itu kepada Atase Pertahanan di Moskow, Rusia. 

Baca Juga :

Pemilu 2024 Kondusif, Meutya Hafid Puji Kinerja TNI-Polri dan BIN

“Saya sudah cek ke atase pertahanan di sana, tidak ada data tersebut. Kita kan enggak menganut tentara bayaran, tidak ada. Itu hanya, kita sudah cek ke Kedutaan Rusia, juga tidak ada, hoaks itu,” kata Agus saat ditemui sesuai rapat bersama Komisi I DPR RI di kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis, 21 Maret 2024. 
Agus menekankan, TNI tidak pernah menganut tentara bayaran karena prajuritnya yang ada di negara ini direkrut melalui mekanisme khusus.
Baca Juga :

Sosok Jenderal M Jusuf, Panglima ABRI yang Bikin Soeharto Ketar-ketir Gegara Kalah Pamor

X

VIVA Militer: Tentara bayaran Ukraina

“Karena kita tentara sukarela atau militer wajib yang direkrut melalui perekrutan yang ada di wilayah-wilayah, tamtama, bintara, perwira, ada Akmil (Akademi Militer), dan seperti yang saya sampaikan tadi militer wajib,” kata Agus.
Baca Juga :

Wajah Lettu Fardhana Tunangan Ayu Ting Ting Jadi Sorotan, Warganet: Kok Jadi Tua Banget

Sebanyak 10 warga negara Indonesia disebut menjadi tentara bayaran Ukraina dalam perang melawan Rusia, berdasarkan data yang diungkap Kedutaan Rusia di Indonesia. Data tersebut bersumber dari Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Rusia yang menyebutkan 13.387 tentara asing sudah memasuki Ukraina sejak 24 Februari 2022.Selain itu, Rusia mengklaim bahwa 5.962 tentara asing yang direkrut sudah tewas di medan perang.

Halaman Selanjutnya
Data tersebut bersumber dari Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Rusia yang menyebutkan 13.387 tentara asing sudah memasuki Ukraina sejak 24 Februari 2022.