Materi Produk Kreatif dan Kewirausahaan Membuat Laporan Keuangan

oleh -70 views
Materi Produk Kreatif dan Kewirausahaan Membuat Laporan Keuangan

Definisi Laporan Keuangan

Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara, seperti laporan arus kas atau laporan arus dana), catatan dan laporan lain, serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan. Selain itu, juga termasuk jadwal dan informasi tambahan yang berkaitan dengan laporan tersebut. Misalnya, informasi keuangan segmen industri dan georgrafis serta pengungkapan pengaruh perubahan harga.

Tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, dan perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan.

Manfaat Laporan Keuangan

Pada dasarnya, laporan keuangan hanya digunakan oleh beberapa pihak yang berkepentingan. Tidak semua orang diperbolehkan untuk menggunakan laporan euangan sebuah perusahaan. Laporan keuangan tidak hanya berguna untuk pengusaha atupun bisnis, tetapi ada beberapa keuangan, seperti pihak – pihak berikut.

 

Pemberi Pinjaman atau Kreditor

Sebagai pihak yang meminjamkan tambahan modal untuk membantu bisnis Anda tetap berjalan dengan baik, kreditor akan meminta laporan keuangan perusahaan. Laporan ini akan memberikan informasi tentang kondisi keuangan suatu perusahaan yang akan dimanfaatkan oleh kreditor sebagai bahan acuan untuk menolak ataupun menyetujui pinjaman yang diajukan. Kreditor akan memperoleh keyakinan bahwa uang yang akan atau telah mereka pinjamkan tidak jatuh ke tangan yang salah. Jika pinjaman itu disetujui, artinya kreditor yakin bahwa perusahaan tersebut mampu membayar dan mengembalikan pinjaman sesuai jangka waktu yang telah disepakati bersama.

 

Pemasok (Supplier)

Pemasok (supplier) juga berhak mengetahui laporan keuangan perusahaan, terutama jika Anda membeli barang dengan sistem kredit atau tidak langsung dibayar tunai. Berdasarkan informasi yang disajikan pada laporan tersebut, supplier bisa mengambil keputusan apakah perusahaan Anda memiliki kemampuan membayar tagihan sesuai nominal yang tertera atau tidak. Jika perusahaan dinilai tidak mampu, supplier akan menolak kerja sama dengan perusahaan atau dapat mengajukan negoisasi dalam kerja sama tersebut.

 

Manajemen Perusahaan

Manajemen perusahaan adalah orang terpenting yang sangat membutuhkan laporan keuangan. Setelah mengetahui laporan keuangan perusahaan, pihak manajemen dapat mengetahui dan memastikan bawa semua proses telah berjalan dengan baik. Laporan keuangan ini juga dapat menjadi acuan dalam mendukung aspek perencanaan bisnis di masa yang akan datang.

Investor

Sebagai penanaman modal pada bisnis, investor pasti selalu ingin tahu apakah modal yang mereka berikan telah digunakan secara tepat. Penggunaan laporan keuangan yang baik, menyebabkan investor akan merasa yakin terhadap bisnis Anda. Mereka tidak akan merasa keberatan untuk menanamkan modalnya ke perusahaan sehingga Anda dapat lebi mudah mengembangkan bisnis dengan modal tambahan dari investor tersebut. Laporan keuangan yang baik adalah bentuk kepercayaan terhadap para investor yang sudah berinvestasi pada bisnis Anda.

Pemerintah

Setiap bisnis yang terlapor akan memiliki kewajiban terhadap pemerintah untuk membayar pajak. Besaran pajak yang dibayarkan akan sesuai dengan besaran angka yang tertulis dari laporan keuangan yang dimiliki oleh bisnis. Makin awal merapikan dan membuat laporan keuangan, Anda akan terhindar dari masalah penting terkait kewajiban pajak. Misalnya, penggelapan pajak terkait masalah hukum atau pengurangan pajak tertanggung yang justru akan memberi keuntungan bisnis. Makin awal merapikan dan membuat laporan keuangan, Anda akan terhindar dari masalah penting terkait kewajiban pajak. Misalnya, penggelapan pajak terkait masalah hukum atau pengurangan pajak tertanggung yang justru akan memberi keuntungan bagi bisnis.

Pelanggan atau Konsumen

Pelanggan atau konsumen yang terkait penjanjian kerja sama untuk mmasarkan produk Anda juga berhak untuk mengetahui laporan keuangan perusahaan. Pelanggan berhak tahu kelangsungan bisnis, terutama jika mereka terkait dengan perjanjian jangka panjang dengan bisnis Anda. Laporan keuangan yang baik akan menunjukkan riwayat bisnis yang baik sehingga akan meyakinkan pelanggan untuk mengambil sebuah kesepakatan kerja sama.

Karyawan

Karyawan biasanya ingin mengetahui laporan keuangan yang dimiliki perusahaan terkait dengan kemampuan gaji yang bisa dibayarkan perusahaan kepada mereka. Laporan keuangan yang baik akan membantu pihak perusahaan untuk bekerja sama dengan karyawan terkait pembayaran terakhir tentang rangkaian aktivitas perusahaan.

Masyarakat

Sebuah perusahaan bisa memberi pengaruh terhadap masyarakat dalam beberapa cara. Misalnya, jumlah orang yang menjadi pekerja di perusahaan dan perlindungan untuk penanam modal dalam negeri. Informasi keuangan perusahaan yang baik dapat membantu masyarakat menyediakan info atau model perkembangan terakhir tentang rangkaian aktivitas perusahaan.

  1. Karateristik Laporan Keuangan

Berikut beberapa karakteristik dalam membuat laporan keuangan, diantaranya sebagai berikut.

Dapat Difahami (Understandability)

Informasi yang berkualitas adalah informasi yang dapat dengan mudah dipahami oleh pembacanya. Berdasarkan penjelasan tersebut, laporan keuangan juga harus disajikan dengan baik dan sesuai standar kejelasan. Tujuannya agar pemakai informasi laporan keuangan bisa dengan mudah memahami laporan keuangan yang dibuat.

Kesulitan konsumen untuk memahami informasi tertentu tidak bisa dijadikan alasan untuk tidak memasukkan informasi itu ke dalam laporan keuangan. Hal itu karena laporan keuangan harus dibuat secara transparan.

Relevan (Relevance)

Informasi dikatakan relevan apabila dapat mempengaruhi keputusan ekonomi konsumen dan berguna untuk mengevaluasi peristiwa pada masa lalu. Relevansi informasi bermanfaat untuk memprediksi kejadian di masa mendatang dan menegaskan keputusan ekonomi.

Prediksi posisi keuangan dan kinerja dimasa depan serta hal lainnya seringkali didasarkan pada informasi posisi keuangan dan kinerja di masa lalu. Oleh karena itu, penyusunan laporan keuangan yang relevan dapat menjadi pendukung pemakai laporan keuangan untuk mengambil suatu keputusan yang akan diambil nantinya.

Dapat Dipercaya (Reliability)

Laporan keuangan dikatakan dapat dipercaya apabila tidak memilik atau bebas dari pengertian yang menyesatkan dan kesalahan materal.

Tingkat kejujuran informasi juga akan memengaruhi relevansi. Jika informasi yang disajikan dapat dipercaya maka informasi tersebut akan mekin relevan. Keandalan informasi dipengaruhi oleh hal – hal berikut.

 

  • Kejujuran dalam Menyajikan Informasi

Laporan yang dapat dipercaya adalah laporan yang menggambarkan secara jujur keadaan, transaksi, dan peristiwa yang terjadi.

 

  • Substansi Mengungguli Bentuk

Peristiwa harus dicatat sesuai dengan substansi dan realitanya.

 

  • Netral

Informasi harus diarahkan pada kebutuhan umum pemakai, tidak bergantung pada kebutuhan, dan keinginan pihak tertentu. Tidak boleh ada informasi yang menguntungkan beberapa pihak saja.

 

  • Pertimbangan Sehat

Ketidakpastian yang dihadapi dalam penyusunan laporan keuangan diakui dengan mengungkapkan hakikat serta tingkatnya dan dengan menggunakan pertimbangan sehat (prudence). Pertimbangan sehat adalah kehati – hatian pada saat melakukan perkiraan dalam kondisi ketidakpastian sehingga aktiva atau pengahasilan tidak dinyatakan terlalu tinggi dan kewajiban tidak dinyatakan terlalu rendah.

Dapat Dibandingkan

Lapoaran keuangan yang baik adalah laporan keuangan yang dapat dibandingkan secara antarperiode. Perbandingan tersebut bertujuan untuk mengetahui posisi keuangan dan kesehatan perusahaan.

 

  1. Tujuan Laporan Keuangan

Menurut Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI), tujuan laporan keuangan adalah sebagai berikut.

  1. Memberikan informasi keuangan yang dapat dipercaya mengenai aktiva dan kewajiban serta modal suatu perusahaan.
  2. Memberikan informasi yang dapat dipercaya mengenai perubahan dalam aktiva neto (aktiva dikurangi kewajiban) suatu perusahaan yang timbul dari kegiatan usaha dalam rangka memperoleh laba.
  3. Memberikan informasi keuangan yang membantu para pemakai laporan di dalam menaksir potensi perusahaan dalam menghasilkan laba.
  4. Memberikan informasi penting lainnya mengenai perubahan dalam aktiva dan kewajiban suatu perusahaan, seperti informasi menganai aktivitas pembiayaan investasi.
  5. Mengungkapkan sejauh mungkin informasi lain yang berhubungan dengan laporan keuangan yang relevan untuk kebutuhan pemakai laporan, seperti informasi mengenai kebijakan akuntansi yang dianut perusahaan.

 

  1. Komponen Laporan Keuangan

Berikut adalah komponen – komponen dalam laporan keuangan menurut Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI).

Neraca

Neraca merupakan pembagian lancar dengan tidak lancar serta jangka pendek dan jangka panjang. Perusahaan menyajikan ativa lancar terpisah dari aktiva tidak lancar dan kewajiban jangka pendek terpisah dari kewajiban jangka panjang, kecuali untuk industri tertentu yang diatur dalam Standar Akuntansi Keuangan (SAK) khusus. Aktiva lancar disajikan menurut ukuran likuiditas, sedangkan kewajiban disajikan menurut aturan jatuh temponya.

Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi perusahaan disajikan sedemikian rupa yang menonjolkan berbagai unsur kinerja keuangan yang diperlukan bagi penyajian secara wajar.

Laporan Perubahan Ekuitas

Perubahan ekuitas perusahaan menggambarkan peningkatan atau penurunan aktiva bersih atau kekayaan selama periode bersangkutan. Hal itu berdasarkan prinsip pengukuran tertentu yang dianut dan harus diungkapkan dalam laporan keuangan.

Laporan Arus Kas

Laporan arus kas adalah laporan yang ditunjukkan untuk memberi informasi historis mengenai perubahan kas dan setara kas dari suatu perusahaan melalui laporan arus kas yang mengklasifikasikan arus kas berdasarkan aktivitas operasi, investasi, maupun pendanaan (financing) selama satu periode akuntansi.

 

Catatan atas Laporan Keuangan

Catatan atas laporan keuangan meliputi penjelasan naratif atau rincian jumlah yang tertera dlam neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, laporan perubahan ekuitas, serta informasi tambahan serta kewajiban kontijensi dan komitmen. Catatan atas laporan keuangan juga mencakup informasi yang diharuskan dan dianjurkan untuk diungkapkan dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) serta pengungkapan – pengungkapan lain yang diperlukan untuk menghasilkan penyajian laporan keuangan secara wajar.

Berikut akan disajikan contoh laporan keuangan sederhana yang terdiri atas laporan neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, dan laporan perubahan ekuitas.

  • Analisis Laporan Keuangan

Meskipun tidak memiliki wujud fisik, produsen perangkat lunak dapat dikategorikan dalam perusahaan manufaktur. Oleh karena itu, Anda akan mempelajari analisis laporan keuangan dalam perusahaan manufaktur

  • Metode Analisis Laporan Keuangan

Analisis laporan keuangan meliputi penelaahan tentang hubungan dan kecenderungan atau model untuk mengetahui keadaan keuangan, hasil usaha, dan kemajuan keuangan perusahaan memuaskan atau tidak memuaskan. Analisis dilakukan dengan mengukur hubungan antara unsur – unsur laporan keuangan dan perubahan unsur – unsur itu dari tahun ke tahun untuk mengetahui arah perkembangannya.

Laporan keuangan masing – masing pihak mempunyai kepentingan sendiri – sendiri. Perbedaan kepentingan akan membawa perbedaan dalam cara menganalisis laporan keuangan dan perbedaan dalam tekanan – tekanan yang diberikan pada analisis tersebut. Penafsiran atas analisis laporan keuangan suatu perusahaan akan tergantung pada kedudukan dan kepentingan masing – masing pihak terhadap perusahaan yang bersangkutan.

Sebagaimana Anda ketahui bahwa manajemen mementingkan laba yang dicapai cukup tinggi, cara kerja cukup efisien, aktiva aman dan terjaga baik, struktur permodalan sehat, dan perusahaan mempunyai rencana yang baik mengenai hari di bidang keuangan maupun dibidang usaha atu operasi. Oleh karena itu, manajemen menyediakan informasi yang lengkap dan terperinci.

Pemegang saham, menilai keberhasilan manajemen dalam memimpin perusahaan, terutama ditujukan pada kemampuan perusahaan membayar deviden dan bunga yang dihasilkan dari investasi serta pada kemunginan – kemungkinan yang dapat dicapai perusahaan pada waktu yang akan datang.

Berdasarkan sudut pandang kreditur jangka pendek, seperti bank – bank dan pedang – pedagang besar yang penting adalah menilai kemampuan perusahaan dalam membayar utang – utang jangka pendeknya (likuiditas perusahaan). Menurut kreditur jangka panjang, yang penting adalah tingkat pendapatan perusahaan sekarang maupu waktu – waktu yang akan datang, yaitu pospek ekonomis dari perusahaan yang diberi kredit. Tingkat pendapatan perusahaan dapat dinilai berdasarkan kemampuan perusahaan dalam membayar bunga dan angsuran pinjaman secara teratur.

Pihak seperti pemerintah dan karyawan perusahaan, kepentingannya berhubungan dengan soal kesempatan kerja, peningkatan hasil produksi, penarikkan pajak sebagai salah satu sumber anggaran belanja negara, dan pelaksanaan kebijaksanaan ekonomi dan pemerintah. Menurut karyawan, yang pentig adalah soal gaji atau upah dan insentif – insentif lainnya.

Tujuan analisis laporan keuangan adalah untuk membantu agar pengambilan keputusan dalam bidang keuangan menjadi lebih cepat, cermat, tepat dan akurat.

Ada beberapa macam metode dan teknik analisis laporan keuangan yang dapat dibuat. Metode dan teknik analisis laporan keuangan tersebut antara lain sebagai berikut.

  1. Analisis perbandingan neraca, laporan laba rugi, dan laporan laba yang ditahan dengan menunjukkan hal – hal berikut.
    • Data absolut (jumlah dalam rupiah)
    • Kenaikan dan penurunan dalam jumlah rupiah
    • Kenaikan dan penurunan dalam pesanan
    • Perbandingan yang dinyatakan dalam ratio
    • Persentase dari total

 

  1. Analisis perubahan modal kerja
  2. Analisis model dari rasio unsur – unsur neraca dan data operasi yang ada kaitannya.
  3. Analisis persentase per komponen dari neraca dan laporan laba rugi,
  4. Analisis rasio yang memperlihatkan hubungan beberapa unsur neraca, laporan laba rugi, dan kedua laporan keuangan
  5. Analisis perbandingan dengan rasio industri.
  6. Analisis perubahan pendapatan neto atau analisis perubahan laba bruto.
  7. Analisis titik impas (break even analysis).

 

5. Jenis Analisis Laporan Keuangan

Ada beberapa jenis analisis yang dapat dilakukan, yakni analisis internal, eksternal, horizontal, dan vertikal.

 

  • Analisis Internal

Analisis dilakukan oleh pihak yang dapat memperoleh informasi secara lengkap dan terperinci mengenai suatu perusahaan. Analisis dilakukan oleh manajemen dalam engukur efisiensi usaha dan menjelaskan perubahan yang terjadi dalam kondisi keuangan. Menurut seorang penganalisis internal, selain laporan – laporan keuangan yang diumumkan pada publik, juga tersedia laporan – laporan intern yang bisa tidak diumumkan dan hanya dipakai untuk maksud – maksud itern.

Baca Juga : Menganalisis Perencanaan Produksi Massal

  • Analisis Eksternal

Analisis eksternal dilakukan oleh mereka yang tidak bisa mendapatkan data secara terperinci mengenai suatu perusahaan. Analisis dilakukan oleh bank – bank, para kreditur, pemegang saham, calon pemegang saham, dan lain – lain dalam rangka mengukur tingkat likuiditas dan profitabilitas.

Menurut seorang penganalisis eksternal, hanya tersedia laporan – laporan keuangan yang lazimnya diumumkan kepada publik, yaitu neraca dan laporan laba rugi. Oleh karena terbatasnya data yang bisa didapatkan mengakibatkan penganalisis eksternal tidak bisa menganalisis lebih mendalam seperti yang dilakukan oleh seseorang penganalisis internal.

 

  • Analisis Horizontal

Analisis perkembangan data keuangan dan data operasi perusahaan dari tahun ke tahun guna mengetahui kekuatan atau kelemahan keuangan perusahaan yang bersangkutan. Analisis ini terdiri dari comparative statements dan index number series.

Baca Juga : Materi Keuangan

  • Analisis Vertikal

Analisis laporan keuangan yang terbatas hanya pada satu periode akuntansi saja. Analisis ini terdiri dari common size financial statement dan ratio analysis.

 

6.Teknik Analisis Laporan Keuangan

Sering kali laporan keuangan disederhanakan untuk mengetahui posisi relatif suatu rekening dalam laporan keuangan. Teknik penyederhanaannya adalah sebagai berikut.

 

  • Teknik Analisis Comon Size

Analisis common size mengubah angka – angka yang ada dalam neraca dan laporan laba rugi menjadi persentase berdasarkan dasar tertentu. Angka – angka yang ada di neraca, common base – nya adalah total aktiva. Total aktiva yang dipergunakan adalah 100%.

 

  • Teknik Analisis Indeks

Analisis indeks mengubah semua angka dalam laporan keuangan pada tahun dasar menjadi 100. Pemilihan tahun dasar adalah tahun yang di pandang sebagai tahun normal, bukan selalu tahun yang paling awal. Analisis ini dilakukan untuk melihat perkembangan dari waktu ke waku.

7. Laporan Keuangan yang Diperbandingkan

Perincian jumlah sen pada analisis laporan keuangan biasanya dapat dihilangkan. Pembualatan data keuangan dan hasil usaha atau operasi dalam ribuan atau jutaan rupiah tidak akan memengaruhi dalam perhitungan rasio, persentase, dan perbandingan karena sifat hubungan itu sebenarnya tidak berubah.

Membandingkan data neraca untuk dua periode atau lebih bertujuan untuk mengetahui adanya kenaikan atau penurunan jumlah absolut (dala rupiah) dalam persentase. Perubahan ini penting karena dapat memberi petunjuk arah perkembangan kondisi keuangan perusahaan.

Analisis perbandigan tersebut biasanya juga dilengkapi dengan rasio. Rasio ini dihitung dengan cara membagi jumlah rupiah tahun ini dengan jumlah rupiah tahun sebelumnya sebagai tahun dasar. Ratio kurang dari satu berarti jumlah rupiah tahun yang sedang berjalan lebih kecil dari jumlah rupiah tahun dasar. Sebaliknya, rasio lebih dari satu berarti jumlah rupiah tahun yang sedang berjalan lebih besar dari jumlah rupiah tahun dasar.

  • Jumlah Kumulatif dan Rata – Rata

Analisis perbandingan dapat diperluas dengan menunjukkan jumlah kumulatif dan angka rata – rata tahunan. Selanjutnya, akan dapat dianalisis apakah data yang ada menyimpang dari angka rata – rata tahunan tersebut. Apabila terjadi penyimpangan, dapat dicari faktor – faktor penyebabnya sehingga dapat disimpulkan apakah penyimpangan tersebut menguntungkan atau merugikan.

  • Interpretasi Laporan Keuangan yang Diperbandingkan

Laporan keuangan yang diperbandingkan, menunjukkan perubahannya secara absolut (dalam jumlah rupiah) dan perubahan secara relatif (dalam persen). Analisis dapat dilakukan dengan melihat perubahan masing – masing unsur secara individual dan melihat gabungan beberapa unsur yang ada kaitannya. Perbedaan – perbedaan yang terjadi dicari faktor – faktor penyebabnya dan dapat dinilai apakah perubahan – perubahan itu bersifat menguntungkan.

No More Posts Available.

No more pages to load.